WALHI adalah forum organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan kelompok pecinta Alam terbesar di Indonesia.WALHI bekerja membangun gerakan menuju tranformasi sosial, kedaulatan rakyat dan keberlanjutan Lingkungan Hidup.

Kunjungi Alamat Baru Kami

HEADLINES

  • Pengadilan Tinggi Nyatakan PT. BMH bersalah dan Di Hukum Ganti Rugi
  • Walhi Deklarasikan Desa Ekologis
  •   PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
  • PT.BMH Penjahat Iklim, KLHK Lakukan Kasasi Segera
  • Di Gusur, 909 orang petani dan keluarganya terpaksa mengungsi di masjid, musholla dan tenda-tenda darurat

Jumat, Mei 15, 2009

Spesies Burung di Daftar Merah Bertambah

Daftar Merah spesies terancam yang dikeluarkan Persatuan Conservasi Alam Internasional (IUCN, menyebut lebih dari sekitar 10 persen seluruh spesies burung--jumlah total 1.277-- dalam kondisi terancam musnah.

Dari jumlah tersebut, terdapat 192 jenis yang termasuk kategori 'sangat kritis' yang berarti mereka menghadapi resiko luar biasa besar alami kepunahan di alam liar.

Jumlah burung dalam kategori 'sangat kritis' tersebut meningkat hingga sembilan jenis pada tahun ini sementara jumlah yang turun dari kategori tersebut hanya tujuh jenis, itu artinya ada tambahan dua jenis yag masuk kategori lebih serius tersebut.

Di antara mereka yang ditambahkan dalam daftar ada spesies kolibri berwarna yang hanya ditemukan baru-baru ini di Kolombi. Sebagian habitat kecilnya, yang hanya seluas 1.200 hektar, di kanopi hutan rentang pegunungan Pinche, dirusak untuk fungsi pertanian coklat.

Sidamo Lark, spesies burung khas di Etophia juga berpindah dari terancam naik menjadi "sangat kritis", karena menghadapi ancaman kepunahan burung daratan Afrika yang pertama akibat perubahan penggunaan lahan.

Dan pada ulang tahun ke-150 buku The Origin of Species, Charles Darwin, yang menyajikan kumpulan bukti dari Galapagos, salah satu pulau spesies burung, burung Finch pohon sedang, juga telah terdaftar dalam kategori 'sangat kritis' untuk pertama kalinya.

Spesies-spesies itu terancam oleh lalat parasit dan karena burung tersebut memiliki area kecil terbatas, setiap ancaman membuat burung mudah diserang, demikian menurut Internasional BirdLife.

Simon Stuart, kepala komisi daya hidup spesies IUCN, sangat kecewa mengetahui lebih banyak burung kini masuk dalam daftar 'sangat kritis' terlepas dari upaya yang dilakukan seluruh dunia untuk melindungi habitat burung.

"Sangat luar biasa menghawatirkan melihat jumlah burung sangat kritis di dalam Daftar Merah IUCN terus bertambah terlepas keberhasilan inisiatif konservatif yang dilakukan di seluruh dunia," ujarnya

Sumber : Republika






Artikel Terkait:

0 komentar: