WALHI adalah forum organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan kelompok pecinta Alam terbesar di Indonesia.WALHI bekerja membangun gerakan menuju tranformasi sosial, kedaulatan rakyat dan keberlanjutan Lingkungan Hidup.

Kunjungi Alamat Baru Kami

HEADLINES

  • Pengadilan Tinggi Nyatakan PT. BMH bersalah dan Di Hukum Ganti Rugi
  • Walhi Deklarasikan Desa Ekologis
  •   PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
  • PT.BMH Penjahat Iklim, KLHK Lakukan Kasasi Segera
  • Di Gusur, 909 orang petani dan keluarganya terpaksa mengungsi di masjid, musholla dan tenda-tenda darurat

Rabu, Agustus 01, 2012

Polisi Temukan Selongsong Peluru Tajam di OKI

Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar mengakui, pihaknya menemukan selongsong peluru tajam di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) bentrokan antara Brimob Polda Sumatera Selatan dengan warga desa Desa Limbang Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI).

”Iya kita juga menemukan itu (seelongsong peluru tajam, Red.). Oleh karena itu, kita juga melakukan pemeriksaan laboratorium dan sekarang sedang diproses. Ada beberapa selongsong peluru,“ kata Anang di Mabes Polri, Selasa (31/7).

Kini, selongsong tersebut masih dalam pemeriksaan guna memastikan apakah benar proyektilnya juga berupa peluru tajam. ”Sekali lagi, kita harus membuktikan selongsong ini terlebih dahulu,“ tandasnya.

Menurutnya, uji balistik belum bisa dilakukan selama peluru tajam atau proyektil belum bisa ditemukan. ”Belum sampai langkah ke sana (uji balistik, Red.), kita hanya memeriksa saksi-saksi dulu,“ pungkasnya.

Seperti diberitakan, Angga bin Darmawan, 11 tahun, siswa kelas 1 MTs Tanjungpinang tewas seketika setelah kepalanya ditembus peluru, yang diduga dari tembakan aparat Brimob Polda Sumsel yang menyusuri Desa Limbang Jaya, Jumat sore (27/7), pukul 15.30 WIB.

Korban tergeletak bersimbah darah di depan Masjid Darussalam Desa Limbang Jaya I Dusun II RT 02 RW 02 Limbang Jaya Kecamatan Tanjungbatu. Sedangkan enam warga lainnya mengalami luka-luka terkena tembakan peluru nyasar pasukan Brimob.

Lima dari enam korban di antaranya Rusman (36) luka di lengan kiri, Yarman (45) luka di lengan kiri atas,  Man (30) di bagian telinga kiri, Farida (49) luka lengan kanan atas, dan Jesika luka kena pecahan kaca akibat tembakan peluru ke kaca rumah. Korban diketahui merupakan warga Desa Limbang Jaya I yang berada di lokasi terjadinya tembakan oleh aparat Brimob. Sementara korban Angga, saat kejadian berada di jalan depan Masjid Assadah, juga menjadi korban sasaran peluru.

Bentrok antara warga desa setempat dan aparat kepolisian berawal dari laporan perusahaan perkebunan tebu Cinta Manis PTPN VII yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon tiga pada 17 Juli 2012.

Saat personel Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga, situasi cukup kondusif. Namun, saat iring-iringan anggota dari Polres yang terdiri atas penyidik, intel, Sabhara, dan Brimob itu kemudian terlibat bentrok dengan warga.

Sumber: Gatra



Artikel Terkait:

0 komentar: