Selasa, Mei 07, 2013

WALHI Sumsel Konsisten Perjuangkan Hak Petani

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan konsisten memperjuangkan hak petani yang hingga kini masih bersengketa dengan perusahaan perkebunan milik negara dan swasta.

"Pendampingan terhadap petani yang berupaya memperjuangkan lahan dalam status bersengketa akan tetap dilakukan meskipun Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Anwar Sadat dan seorang stafnya Dedek Chaniago dijadikan terdakwa terkait unjuk rasa mendampingi petani," kata Pjs Direktur Walhi Sumsel Hadi Jatmiko di Palembang, Selasa.

Menurut dia, sejak terjadinya penangkapan terhadap dua aktivis Walhi Sumsel tersebut pada 29 Januari 2013, unjuk rasa atau kegiatan pendampingan terhadap petani terkesan terhenti.

Kegiatan aksi terkesan terhenti karena seluruh aktivis dan petani sekarang ini sedang memfokuskan diri untuk melakukan pembelaan dan berjuang membebaskan kedua aktivis tersebut termasuk seorang petani Kamaludin yang tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Proses persidangan sekarang ini sudah setengah jalan, diharapkan satu bulan ke depan ada putusan hakim yang bisa membebaskan para pejuang hak petani dan hak asasi manusia itu.

Setelah proses persidangan tuntas, aktivis Walhi bersama petani Sumsel yang mengalami masalah sengketa agraria akan menyusun perjuangan kembali sehingga sengketa agraria di wilayah provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota ini tidak terus bergejolak dan menimbulkan korban, ujar Hadi.

Sementara sebelumnya Direktur Eksekutif Nasional Walhi Abetnego Tarigan menegaskan, aktivis dan petani di Sumsel yang sedang mengalami sengketa agraria jangan gentar memperjuangkan hak karena adanya intimidasi dan upaya kriminalisasi dari pihak lawan.

"Intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani dan aktivis lingkungan yang aktif memperjuangkan sengketa agraria seperti di Sumsel sekarang ini jangan sampai membuat perjuangan menjadi berhenti," kata Abetnego Dijelaskannya, kedua aktivis Walhi Sumsel yang sekarang ini sedang menjalani proses hukum di PN Palembang sifatnya hanya sebagai pendamping, tanpa mereka berdua perjuangan harus berlanjut.

Untuk melanjutkan perjuangan tersebut, tentunya para petani harus melakukannya dengan cara-cara yang cerdas sesuai dengan nilai kearifan dan keagamaan bukan dengan cara "kotor", ujar dia ketika menjadi pembicara seminar konflik agraria di Palembang beberapa waktu lalu

sumber : http://www.ciputranews.com/ibu-kota-daerah/walhi-sumsel-konsisten-perjuangkan-hak-petani 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar