WALHI adalah forum organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan kelompok pecinta Alam terbesar di Indonesia.WALHI bekerja membangun gerakan menuju tranformasi sosial, kedaulatan rakyat dan keberlanjutan Lingkungan Hidup.

Kunjungi Alamat Baru Kami

HEADLINES

  • Pengadilan Tinggi Nyatakan PT. BMH bersalah dan Di Hukum Ganti Rugi
  • Walhi Deklarasikan Desa Ekologis
  •   PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
  • PT.BMH Penjahat Iklim, KLHK Lakukan Kasasi Segera
  • Di Gusur, 909 orang petani dan keluarganya terpaksa mengungsi di masjid, musholla dan tenda-tenda darurat

Minggu, Januari 27, 2013

Walhi Khawatirkan Kriminalisasi Petani di Desa Betung

INDRALAYA - Direktur Walhi Sumsel sekaligus Sekjen Serikat Petani Sriwijaya, Anwar Sadat dalam pesan BlackBerry Mesengger-nya menyatakan mendesak Kapolda Sumsel agar memberhentikan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Deni Dharmapala karena telah bertindak secara semena-mena terhadap petani.


Hal itu terkait adanya kedatangan ratusan anggota polsi ke Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (23/1/2013) sore hari. Dalam kedatangan itu, menurut Anwar telah terjadi pengkriminalisasian petani Ogan Ilir.

Ia menjelaskan, pihak kepolisian bersama satuan pengamanan PTPN 7 Cinta Manis yang dipimpin langsung Kapolres Ogan Ilir, melakukan pengrusakan pagar dan sebagian bangunan musala yang didirikan warga. Selain itu, mereka juga melakukan penangkan terhadap dua orang warga namun berhasil diselamatkan oleh massa lainnya.

Menurutnya, pada saat itu warga diketahui tengah beraktivitas di lahan reklaming (lahan yang disengketakan dengan PTPN VII Cinta Manis). Diperkirakan, terdapat 150 orang gabungan aparat kepolisian dan satuan pengamanan perusahaan mendatangi lahan tersebut dan melakukan pengrusakan.

Anwar khawatir, hal tersebut membuka ruang terulangnya kembali kekerasan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada para alim untuk menegur pihak PTPN VII Cinta Manis dan kepolisian yang telah merusak bangunan tempat ibadah.

Terpisah, Kapolres Ogan Ilir, Deni Dharmapala ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut menjelaskan, pihaknya memang mengunjungi warga tersebut. Namun, ia menampik bila kunjungan itu terjadi bentrok dan melakukan pengrusakan.

"Tidak ada bentrok dan pengrusakan," katanya ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (24/1/2013) pagi. 

Deni menjelaskan, kedatangannya tersebut untuk memberitahukan bahwa kegiatan yang dilakukan warga melanggar hukum. Sebelumnya, menurut dia warga telah melakukan penebasan tunas tebu, pematokan lahan dan diduga melakukan pembakaran lahan tebu di tempat itu.
 
Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2013/01/24/walhi-khawatirkan-kriminalisasi-petani-di-desa-betung 
Selengkapnya...

Petani Bentrok di PTPN VII Cinta Manis Sumsel

Palembang - Para petani di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan bentrok dengan aparat keamanan terkait sengketa lahan dengan PTPN VII Cinta Manis.

"Sekitar 150 polisi dan keamanan dari PTPN VII Cinta Manis menyerang warga yang berada di lahan reklaming," kata Direktur Walhi Sumsel, Anwar Sadat kepada detikcom, Kamis (24/01/2013).

Dijelaskan Sadat peristiwa itu sendiri terjadi di Desa Betung Ogan Ilir, pada Rabu (23/1) kemarin sekitar pukul 17.00.

"Mereka merusak pagar dan sebagian bangunan musola yang didirikan warga dan melakukan penangkapan terhadap dua warga, tapi berhasil diselamatkan massa lainnya," jelas Sadat.

Terhadap peristiwa tersebut, Sadat mendesak Kapolda Sumsel agar memecat Kapolres Ogan Ilir karena bertindak secara semena-mena. Pasalnya dikhawatirkan dapat membuka ruang terulangnya kembali peristiwa
kekerasan seperti beberapa waktu lalu.

"Serta meminta para alim ulama untuk menegur PTPN VII Cinta Manis dan Kepolisian yang telah merusak tempat ibadah sebagai rumah Allah," kata Sadat.

Sebagai informasi, sudah beberapa kali terjadi bentrok antara PTPN VII Cinta Manis dengan para petani terkait sengketa lahan. Konflik sudah beberapa memakan korban jiwa dan terluka.

Sumber :http://news.detik.com/read/2013/01/24/042259/2151232/10/petani-bentrok-di-ptpn-vii-cinta-manis-sumsel
Selengkapnya...

Senin, Januari 14, 2013

50 Mahasiswa Ikuti Kursus Walhi Sumsel

Melalui kursus ini diharapkan mahasiswa mampu membangun gerakan politik di lingkungan kampus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat

Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan, mengikuti kursus politik yang digelar sejumlah organisasi aktivis lingkungan di Gedung Sekretariat Walhi Palembang.

Kursus politik yang berlangsung di Palembang, Minggu pada pukul 00.00 - 03.00 WIB itu digelar aktivis dari lima organisasi pecinta lingkungan hidup di Sumsel seperti Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI), Yayasan Spora, Sarekat Hijau Indonesia (SHI), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Pemateri kursus itu berasal dari aktivis Sumsel Anwar Putra Bayu, JJ Polong, dan aktivis dari Jambi, Yadi Mulya.

Panitia Pelaksana Kursus Politik Sudarto Marelo menjelaskan, kegiatan ini digelar bertujuan untuk memberikan pengetahuan seputar dunia politik kepada para mahasiswa dan meningkatkan daya kritis mereka.

Kegiatan kursus ini sengaja diselenggarakan pada tengah malam, guna membentuk karakter mahasiswa agar memiliki ketahan fisik, dan kemampuan berpikir yang baik meski dalam kondisi tidak normal.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut mampu berpikir dan bertindak secara baik di dalam kondisi apapun.

Melalui kursus ini diharapkan mahasiswa mampu membangun gerakan politik di lingkungan kampus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan meluruskan sesuatu yang menyimpang dari aturan hukum demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera, kata Sudarto.

Sementara salah seorang mahasiswa Universitas PGRI Palembang Riyan mengatakan, kursus politik ini sangat penting diikuti karena bisa menambah pengetahuan dalam membangun gerakan di kampus.

Mahasiswa sebagai agen perubahan, dengan memiliki bekal pengetahuan politik yang baik diharapkan dapat berpartisipasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, kata salah seorang peserta kursus politik itu menambahkan.
 
sumber : beritasatu.com
Selengkapnya...

Puluhan mahasiswa dapat kursus Politik tengah Malam

PALEMBANG -- Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan mengikuti kursus politik. 
 
Kursus politik yang berlangsung di Palembang, Ahad (6/1) pukul 00.00 - 03.00 WIB, tersebut digelar oleh aktivis dari lima organisasi pecinta lingkungan hidup di Sumsel seperti Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI), Yayasan Spora, Sarekat Hijau Indonesia (SHI), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Panitia Pelaksana Kursus Politik, Sudarto Marelo, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan seputar dunia politik kepada para mahasiswa dan meningkatkan daya kritis mereka.

Kegiatan kursus ini sengaja diselenggarakan pada tengah malam guna membentuk karakter mahasiswa agar memiliki ketahan fisik dan kemampuan berpikir meski dalam kondisi tidak normal.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut mampu berpikir dan bertindak secara baik di dalam kondisi apapun. Melalui kursus ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun gerakan politik di lingkungan kampus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

''Mahasiswa diharapkan mampu meluruskan sesuatu yang menyimpang dari aturan hukum demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera,'' kata Sudarto.

Sumber : Republika.co.id
Selengkapnya...