INDRALAYA - Direktur Walhi Sumsel sekaligus Sekjen Serikat Petani Sriwijaya, Anwar Sadat dalam pesan BlackBerry Mesengger-nya menyatakan mendesak Kapolda Sumsel agar memberhentikan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Deni Dharmapala karena telah bertindak secara semena-mena terhadap petani.
WALHI adalah forum organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan kelompok pecinta Alam terbesar di Indonesia.WALHI bekerja membangun gerakan menuju tranformasi sosial, kedaulatan rakyat dan keberlanjutan Lingkungan Hidup.
Kunjungi Alamat Baru Kami
Minggu, Januari 27, 2013
Walhi Khawatirkan Kriminalisasi Petani di Desa Betung
Petani Bentrok di PTPN VII Cinta Manis Sumsel
Palembang - Para petani di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera
Selatan bentrok dengan aparat keamanan terkait sengketa lahan dengan
PTPN VII Cinta Manis.
"Sekitar 150 polisi dan keamanan dari PTPN
VII Cinta Manis menyerang warga yang berada di lahan reklaming," kata
Direktur Walhi Sumsel, Anwar Sadat kepada detikcom, Kamis (24/01/2013).
Dijelaskan Sadat peristiwa itu sendiri terjadi di Desa Betung Ogan Ilir, pada Rabu (23/1) kemarin sekitar pukul 17.00.
"Mereka
merusak pagar dan sebagian bangunan musola yang didirikan warga dan
melakukan penangkapan terhadap dua warga, tapi berhasil diselamatkan
massa lainnya," jelas Sadat.
Terhadap peristiwa tersebut, Sadat
mendesak Kapolda Sumsel agar memecat Kapolres Ogan Ilir karena bertindak
secara semena-mena. Pasalnya dikhawatirkan dapat membuka ruang
terulangnya kembali peristiwa
kekerasan seperti beberapa waktu lalu.
"Serta
meminta para alim ulama untuk menegur PTPN VII Cinta Manis dan
Kepolisian yang telah merusak tempat ibadah sebagai rumah Allah," kata
Sadat.
Sebagai informasi, sudah beberapa kali terjadi bentrok
antara PTPN VII Cinta Manis dengan para petani terkait sengketa lahan.
Konflik sudah beberapa memakan korban jiwa dan terluka.
Sumber :http://news.detik.com/read/2013/01/24/042259/2151232/10/petani-bentrok-di-ptpn-vii-cinta-manis-sumsel
Selengkapnya...
Senin, Januari 14, 2013
50 Mahasiswa Ikuti Kursus Walhi Sumsel
Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan, mengikuti kursus politik yang digelar sejumlah organisasi aktivis lingkungan di Gedung Sekretariat Walhi Palembang.
Kursus politik yang berlangsung di Palembang, Minggu pada pukul 00.00 - 03.00 WIB itu digelar aktivis dari lima organisasi pecinta lingkungan hidup di Sumsel seperti Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI), Yayasan Spora, Sarekat Hijau Indonesia (SHI), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).
Pemateri kursus itu berasal dari aktivis Sumsel Anwar Putra Bayu, JJ Polong, dan aktivis dari Jambi, Yadi Mulya.
Panitia Pelaksana Kursus Politik Sudarto Marelo menjelaskan, kegiatan ini digelar bertujuan untuk memberikan pengetahuan seputar dunia politik kepada para mahasiswa dan meningkatkan daya kritis mereka.
Kegiatan kursus ini sengaja diselenggarakan pada tengah malam, guna membentuk karakter mahasiswa agar memiliki ketahan fisik, dan kemampuan berpikir yang baik meski dalam kondisi tidak normal.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut mampu berpikir dan bertindak secara baik di dalam kondisi apapun.
Melalui kursus ini diharapkan mahasiswa mampu membangun gerakan politik di lingkungan kampus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan meluruskan sesuatu yang menyimpang dari aturan hukum demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera, kata Sudarto.
Sementara salah seorang mahasiswa Universitas PGRI Palembang Riyan mengatakan, kursus politik ini sangat penting diikuti karena bisa menambah pengetahuan dalam membangun gerakan di kampus.
Mahasiswa sebagai agen perubahan, dengan memiliki bekal pengetahuan politik yang baik diharapkan dapat berpartisipasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, kata salah seorang peserta kursus politik itu menambahkan.




