PALEMBANG, - Selama dua bulan terakhir, puluhan
hektar lahan yang merupakan rawa-rawa kering di kawasan Jakabaring,
Palembang, Sumatera Selatan, terbakar. Kebakaran tersebut diduga sengaja
dilakukan untuk berbagai kepentingan, di antaranya untuk kompleks
perumahan.Menurut penelusuran Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
(Walhi)- Sumatera Selatan, kebakaran lahan dalam skala besar banyak
terjadi di lahan-lahan sektor usaha, baik lahan calon kompleks
perumahan, perkebunan, maupun hutan tanaman industri (HTI).
”Menurut peta kami, kebakaran lahan setidaknya terjadi di 20
perusahaan perkebunan dan 10 perusahaan HTI. Kebakaran di lahan
pertanian masyarakat justru tak sebanyak kebakaran lahan di sektor
usaha,” kata Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi Walhi
Sumsel Hadi Jatmiko, Selasa (27/9).Namun, sejauh ini belum ada sanksi
untuk mencegahnya. Padahal, pemberian sanksi tegas diperlukan untuk
mencegah pembakaran lahan.
Menurut Hadi, kebakaran lahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan
langkah pemadaman. Sektor swasta yang terbukti membakar lahan perlu
ditindak secara hukum atau dicabut izin usahanya untuk mencegah
terulangnya kembali pembakaran.Hingga Selasa, sejumlah titik kebakaran
lahan masih terlihat di kawasan Jakabaring. Di beberapa lahan bekas
terbakar tersebut terlihat sejumlah tanda pengembang perumahan maupun
pengumuman penjualan kapling perumahan.
Warga Tegal Binangun, Jaka- baring, Sugianto (65), mengatakan,
kebakaran lahan di kawasan itu banyak terjadi dalam dua bulan terakhir.
Diduga kebakaran dilakukan dengan sengaja. ”Pembakaran biasanya
dilakukan malam hari. Jadi kami tidak jelas siapa yang melakukan,”
ujarnya.Asap dari pembakaran itu sangat mengganggu karena membuat mata
perih dan sesak napas. Warga juga ketakutan kebakaran akan merambat ke
rumah mereka.
Di Pontianak, Kalimantan Barat, dan sekitarnya, kabut asap muncul
lagi, terutama pada malam hingga pagi hari. Kabut asap dari pembakaran
lahan pertanian dikeluhkan masyarakat.Asap membuat warga membatalkan
acara di malam hari. ”Sekarang agak malas keluar malam karena kabutnya
mulai turun lagi, bikin sesak napas,” kata Restu, warga Pontianak Timur.
(IRE/AHA)
Sumber : http://cetak.kompas.com/read/2011/09/28/03274586/.puluhan.hektar.dibakar.untuk.perumahan
Artikel Terkait:
- Kejahatan Trans National Corporations dalam kebakaran hutan dan lahan di Indonesia Dibawa ke Jenewa
- Jadi Desa Ekologis di Sumsel : Berkonflik Panjang, Nusantara Menjaga Padi dari Kepungan Sawit
- Hari Pangan Se-Dunia, Walhi dan masyarakat Sipil Deklarasikan Nusantara Menuju Desa Ekologis.
- Pidato Sambutan Direktur Walhi Sumsel dalam Peringatan Hari Pangan Se-Dunia dan Deklarasi Nusantara Menuju Desa Ekologis
- Bahaya Hutang Bank Dunia Dalam Proyek KOTAKU
- Melanggar HAM, PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
- Sinarmas Forestry company found guilty of unlawful conduct by High Court over peat fires
- Diduga Rugikan Negara Rp3,6 Triliun, Walhi Laporkan Perusahaan Sawit dan Tambang ke KPK
- Peringati Hari Bumi, Walhi secara Nasional Gelar Karnaval di Palembang
- Indonesia suffers setback in fight against haze after suit rejected
0 komentar:
Posting Komentar