WALHI adalah forum organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan kelompok pecinta Alam terbesar di Indonesia.WALHI bekerja membangun gerakan menuju tranformasi sosial, kedaulatan rakyat dan keberlanjutan Lingkungan Hidup.

Kunjungi Alamat Baru Kami

HEADLINES

  • Pengadilan Tinggi Nyatakan PT. BMH bersalah dan Di Hukum Ganti Rugi
  • Walhi Deklarasikan Desa Ekologis
  •   PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
  • PT.BMH Penjahat Iklim, KLHK Lakukan Kasasi Segera
  • Di Gusur, 909 orang petani dan keluarganya terpaksa mengungsi di masjid, musholla dan tenda-tenda darurat

Selasa, Oktober 05, 2010

Jawaban GUBERNUR SUMSEL atas Penganiayaan yang dialami DIR WALHI Sumsel Pada Perayaan Hari Agraria Nasional di Palembangl

Kalo Gubernur Sumsel Ingin mendengar(menjadi Pendengar) Aspirasi Petani pada perayaan Hari Tani Nasional di Sumsel kemarin, Mengapa Ketika Bapak Gubernur datang langsung Memaksa untuk mengambil pengeras suara dari Koordinator Aksi?? bukankah itu suatu hal yang menunjukan bahwa GUBERNUR Sumsel H. Alex Noerdin bukan ingin mendengar (menjadi Pendengar) tetapi ingin di Dengar. (pernyataan Gubernur yang tidak sesuai dengan Fakta Lapangan)

LINK berita ini di yahoo.com Sudah (di)Hilang (error) Gubernur Tidak Bermaksud Provokasi Massa Aksi HTN

Gubernur Tidak Bermaksud Provokasi Massa Aksi HTN

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, tidak bermaksud memprovokasi massa aksi saat perayaan Hari Tani Nasional Senin (27/9), yang menimbulkan insiden pemukulan terhadap Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia setempat.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel Robby Kurniawan, di Palembang, Kamis mengatakan, gubernur saat itu bukan sengaja untuk mendatangi massa aksi.

Menurut dia, kedatangan Alex merupakan kebetulan saja, setelah dari kantor DPRD Sumsel bedah SEA Games, terlihat oleh gubernur massa aksi yang berkumpul di kawasan Gedung Olahraga Palembang, lalu dihampirinya.

"Ini yang perlu diklarifikasi, sebab termonitor massa pengunjuk rasa, akan menyampaikan aspirasinya ke kantor Pemprov, maka pak Alex berinisiatif mendatanginya untuk mendengarkan aspirasi petani tersebut," ujarnya.

Ia mengungkapkan, tidak benar jika kedatangannya untuk menghalang-halangi aksi itu, apalagi untuk memprovokasi massa aksi sehingga terjadinya insiden.

Sebab, kedatangannya hanya sekedar untuk mendengarkan aspirasi petani. Terlebih kebijakan ada di tangan gubernur.

"Tidak banyak, pemimpin yang berkenan datang di tengah-tengah pengunjuk rasa," ucapnya.

Ia menilai, dari kejadian itu, massa petani itu juga terjadi pro dan kontra. Ada yang menerima kedatangan gubernur, begitu pula sebaliknya.

Sementara Anwar Sadat, Direktur Walhi Sumsel korban pemukulan atas insiden itu mengatakan, jika hari ini, dirinya akan diperiksa pihak kepolisian daerah (Polda) setempat, guna dipintai keterangan berkaitan hal tersebut.



Artikel Terkait:

0 komentar: