![]() |
Mahasiswa Hijau Indonesia(MHI) saat melakukan aksi (foto Walhi Sumsel) |
Dengan nada tinggi dan tangan yang terlihat gemetar, Jauhari meminta mahasiswa untuk mengizinkan dirinya berbicara.
"Tolong jangan lecehkan saya. Tadi, anda sudah diberi kesempatan untuk berorasi. Sekarang giliran saya memberi tanggapan. Tolong hargai saya," ujar Jauhari.
Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI) mendatangi Gedung DPRD Sumsel dan melakukan orasi di halaman gedung.
MHI sepakat mengakhiri orasi setelah Jauhari berjanji akan memanggil pihak kontraktor atau pemborong dalam waktu satu minggu ini.
"Kami akan tunggu janji bapak tersebut. Meski kami tidak tahu apa tujuan bapak memanggil pemborong, kami pasti akan terus memantau janji bapak," ujar koordinator MHI, Gita Mension.
Di akhir orasi, MHI tidak bertindak anarkis. Sekumpulan anak muda ini cukup tertib meninggalkan halaman DPRD Sumsel.
Mereka bahkan mengambil kembali daun-daun yang mereka pakai saat berorasi.
sumber : sripoku.com
Artikel Terkait:
Berita-berita
- Kejahatan Trans National Corporations dalam kebakaran hutan dan lahan di Indonesia Dibawa ke Jenewa
- Jadi Desa Ekologis di Sumsel : Berkonflik Panjang, Nusantara Menjaga Padi dari Kepungan Sawit
- Hari Pangan Se-Dunia, Walhi dan masyarakat Sipil Deklarasikan Nusantara Menuju Desa Ekologis.
- Pidato Sambutan Direktur Walhi Sumsel dalam Peringatan Hari Pangan Se-Dunia dan Deklarasi Nusantara Menuju Desa Ekologis
- Bahaya Hutang Bank Dunia Dalam Proyek KOTAKU
- Melanggar HAM, PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
- Sinarmas Forestry company found guilty of unlawful conduct by High Court over peat fires
- Diduga Rugikan Negara Rp3,6 Triliun, Walhi Laporkan Perusahaan Sawit dan Tambang ke KPK
- Peringati Hari Bumi, Walhi secara Nasional Gelar Karnaval di Palembang
- Indonesia suffers setback in fight against haze after suit rejected
0 komentar:
Posting Komentar