Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol
Anang Iskandar mengakui, pihaknya menemukan selongsong peluru tajam di
lokasi tempat kejadian perkara (TKP) bentrokan antara Brimob Polda
Sumatera Selatan dengan warga desa Desa Limbang Jaya, Ogan Komering Ilir
(OKI).
”Iya kita juga menemukan itu (seelongsong peluru tajam, Red.). Oleh
karena itu, kita juga melakukan pemeriksaan laboratorium dan sekarang
sedang diproses. Ada beberapa selongsong peluru,“ kata Anang di Mabes
Polri, Selasa (31/7).
Kini, selongsong tersebut masih dalam
pemeriksaan guna memastikan apakah benar proyektilnya juga berupa peluru
tajam. ”Sekali lagi, kita harus membuktikan selongsong ini terlebih
dahulu,“ tandasnya.
Menurutnya, uji balistik belum bisa dilakukan
selama peluru tajam atau proyektil belum bisa ditemukan. ”Belum sampai
langkah ke sana (uji balistik, Red.), kita hanya memeriksa saksi-saksi
dulu,“ pungkasnya.
Seperti diberitakan, Angga bin Darmawan, 11
tahun, siswa kelas 1 MTs Tanjungpinang tewas seketika setelah kepalanya
ditembus peluru, yang diduga dari tembakan aparat Brimob Polda Sumsel
yang menyusuri Desa Limbang Jaya, Jumat sore (27/7), pukul 15.30 WIB.
Korban
tergeletak bersimbah darah di depan Masjid Darussalam Desa Limbang Jaya
I Dusun II RT 02 RW 02 Limbang Jaya Kecamatan Tanjungbatu. Sedangkan
enam warga lainnya mengalami luka-luka terkena tembakan peluru nyasar
pasukan Brimob.
Lima dari enam korban di antaranya Rusman (36)
luka di lengan kiri, Yarman (45) luka di lengan kiri atas, Man (30) di
bagian telinga kiri, Farida (49) luka lengan kanan atas, dan Jesika luka
kena pecahan kaca akibat tembakan peluru ke kaca rumah. Korban
diketahui merupakan warga Desa Limbang Jaya I yang berada di lokasi
terjadinya tembakan oleh aparat Brimob. Sementara korban Angga, saat
kejadian berada di jalan depan Masjid Assadah, juga menjadi korban
sasaran peluru.
Bentrok antara warga desa setempat dan aparat
kepolisian berawal dari laporan perusahaan perkebunan tebu Cinta Manis
PTPN VII yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon tiga pada 17
Juli 2012.
Saat personel Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir
mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga, situasi cukup
kondusif. Namun, saat iring-iringan anggota dari Polres yang terdiri
atas penyidik, intel, Sabhara, dan Brimob itu kemudian terlibat bentrok
dengan warga.
Sumber: Gatra
Artikel Terkait:
- Anwar Sadat Teteskan Air Mata Saat Membacakan Pledoi
- 2014, Produksi Padi di OKI DiprediksiTerancam Menurun
- Masyarakat Tolak HGU Perusahaan
- WALHI Sumsel Desak Pangdam II Sriwijaya Tarik Pasukan dari Rengas
- Petani Desak Cabut HGU Sawit
- Tuntut Kesetaraan Hukum
- Stop Penangkapan Petani
- Walhi: bentuk Komisi Penyelesaian Konflik Agraria
- Petani Desak Penyelesaian Konflik Lahan
- HARI TANI NASIONAL: Konflik Lahan dan Impor Pangan Disorot
- Jaga Lahan Gambut, Warga Desa Nusantara OKI Tolak Perkebunan Sawit
- Pernyataan Sikap : Bebaskan Tokoh Adat dan Petani Musi Banyuasin
- Walhi dan Petani tuntut pembebasan Dua Warga di OKI
- "SBY Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri"
- SBY dituntut lindungi para pejuang lingkungan
- Kami Aktivis, Bukan Penjahat Atau Kriminal
- Petani Bentrok di PTPN VII Cinta Manis Sumsel
- Kapolres OI Akui Ada Kesalahan
- Kapolres OI jalani sidang disiplin
- Sidang Disiplin Enam Perwira Tertutup
- Kejahatan Trans National Corporations dalam kebakaran hutan dan lahan di Indonesia Dibawa ke Jenewa
- Jadi Desa Ekologis di Sumsel : Berkonflik Panjang, Nusantara Menjaga Padi dari Kepungan Sawit
- Hari Pangan Se-Dunia, Walhi dan masyarakat Sipil Deklarasikan Nusantara Menuju Desa Ekologis.
- Pidato Sambutan Direktur Walhi Sumsel dalam Peringatan Hari Pangan Se-Dunia dan Deklarasi Nusantara Menuju Desa Ekologis
- Bahaya Hutang Bank Dunia Dalam Proyek KOTAKU
- Melanggar HAM, PT. Musi Hutan Persada/Marubeni Group Dilaporkan ke Komisi Nasional HAM
- Sinarmas Forestry company found guilty of unlawful conduct by High Court over peat fires
- Diduga Rugikan Negara Rp3,6 Triliun, Walhi Laporkan Perusahaan Sawit dan Tambang ke KPK
- Peringati Hari Bumi, Walhi secara Nasional Gelar Karnaval di Palembang
- Indonesia suffers setback in fight against haze after suit rejected
0 komentar:
Posting Komentar